31 Dec 2014

2014 in a medium nutshell

In the end of 2013, I was excited yet worried as hell because the next year I will turn 20. As a normal people (on my age), I made a structured, long yet realistic dreams list. Now in the end of 2014, I am so happy that only few of them I didn't achieved, even I got more than what I expected. So happy and grateful! As a page I dedicated as a remembrance for myself, I would like to look back how well and memorable 2014 for me.

I started 2014 by finishing my duty as an Assistant Director UNHCR Council for Padjadjaran MUN 2014. The Director was Abdul Razak, my college mate which later I recognized as one of the best colleague. I was not alone, the two-others assistant are Raafi and Anisa. Here I have to finish a study guide for topic "The Dilemma of Responsibility towards Refugees". It was tense, disconcerting as hell, but so fun! I am so proud that I can make it until updated study guide published around March or April. I didn't feel I lost the holiday moment, though. Instead, that holiday I was considerably productive. Another tense moment was the d-day, the Committee Sessions on May!!! That was my first time, sit in front of very skilled delegates, taking notes on their speech and chairing. I spent almost three months practicing, but still, I can suddenly die at the moment if I am alone. I am totally blessed that I can learn and get that opportunity. At least I have something to tell to my children. *winkwink*

Among those things, I am so happy that I could enjoy a week in Jogja with my friends there, and of course with A. We planned everything almost perfectly, and I got a very success surprise fine-dining birthday for A. *happy birthday!!!* Yes! We had fine dining, travelling around Jogja, eat this and that, until Mt.Kelud erupted and sent volcanic ash to Jogja. *sad* Fortunately, we could go back to Bandung safe and sound. All I can say is, February is a real month of love, where everyone shows their love and they are loved. So does the other months, it's just more visible on February. Hahahahaha.

Yeah, we got a lot of job this year, dude! So many!
Just before PadMUN started, Ojak (a darling nick for Abdul Razak, no, it's just fucking his nick) offered me to join Substance Division for PNMHII. PNMHII stands for Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia, and this year (2014) held in Unpad. I was excited when he offered me the job, but yeah, you know what 'substance' people do? We are finishing substantial matters for the event. Everybody knows that. *poker face* But, Ojak divided the group into two: the people who works for the national seminar, and the people who works for another agenda (Scientific discussion, Joint statement forum, and forum assembly). My job was as a liaison officer for two speakers of two different seminars in different days. This is, honestly, my first time and it was driving me crazy!! You know, just the liaison-officer-stuffs. 

I think people should get bored if I tell how happy I am to not being a teenager anymore. Leaving age 19 is so fun that I never imagined. Do have one-two minutes to read it here The Second O. Yes, I indeed very blessed and lucky to not feeling alone on my birthday. Thank you darling, thank you friends. My happiness of the year doesn't stop here, as I can meet my best two buddies, Timmy and Naadaa. They're home on summer and that was perfect! I could have a day-out with Timmy which is so fun, I could talk to him like literally everything, and seeing him in a better shape. I am glad to the core that I could also spent a day for Naadaa, accompanying him shopping 'til his last minutes in Indonesia. All in all, I cannot find a proper word to show that I am extremely happy to meet them. Lucky me to live currently near to Jakarta so I could meet them anytime we could. *insert sad-happy emoticon here*

2014 is the year of the committee. Besides the business of PNMHII, I recklessly joined Social Week, an event by BEM FISIP Unpad. I feel so guilty because I didn't work as I should, hehe. I shouldn't voluntarily join anything that I am not into later. In November, ladies and gentlemen, PNMHII successfully made the class canceled for the reason that almost 70% of the students of IR is the committee of PNMHII. *smirking* And after PNMHII, comes Padjadjaran Diplomatic Course, where I stand as the head of the committee which means I should coordinate all the things to make sure the agenda runs perfectly. Alhamdulillah, I have a great and passionate team so we made it! On this month also, I am both feel blessed and trusted, yet slighty burdened by the new responsibility to be the supervisor for Padjadjaran MUN 2015. Yes, I am on Putdam's position this year, the Director General. I still not fully confidence to supervise the team, but sure I should and could cover it. To any committee of PadMUN 2015 who's reading this, I am hardly need a very good cooperation so it can be a much more success than PadMUN this year. Amen for that.

On the last month of 2014, I am not that busy, but quite occupied by KKN thingy. I don't know how it will be, how does my group get along, because I only hope that I will be easy for this. Besides, losing my phone is not a big issue since I am. yeah call me a lucky lil' lady, who easily got new much better-and-free smartphone from the tv quiz. Yes. I am under God's blessing along the year and life. What can I say anymore? Oh yes. Another responsibility, slash, big responsibility because Ojak, once again, asked me to be his Secretary as he won the election for Head of IR Unpad Students' Association. Happy? Of course! Proud? More than that!

When I'm writing this, I still doesn't have new year wishlist. My wish is that the next year could be so much fun and bless and fortune just like this year. I wish that all the job and responsibility could be fulfilled smoothly and well. Amen

Thanks For The Good Memories, 2014!
Happy New Year 2015! May God Always Be With Us and Bless Us.


9 Dec 2014

I miss the scent of the newly mopped dorm-floor, I miss looking at the forest at dawn from the window, I miss the noise, I miss my friends, I miss living at dormitory...

aku kangen kalian, 
anak-anak House Rhino batch 1, 2, 3
anak-anak XIIIPA3 alias Siaga
anak-anak kamar A2-3
anak-anak Filomilo
anak-anak English debate, pemandu sekolah, pemandu kota Malang, broadcast..
aku kangen bu Uyin, pak Dadang, ibu-ibu dan bapak-bapak satpam lainnya
aku kangen bunda Nunuk, student advisorku
aku kangen bu Vida, bu Fina, pak Anang, dan perawat lainnya di klinik
aku kangen Miss Novi, Miss Vina, pak Ali, bu Pra, pak Dibyo, Miss Anis, bu Ledy, bu Endang, semua guru-guruku
juga Mas-mas catering, penjaga sekolah, supir-supir yang setiap hari ngurusin kebutuhan
aku kangen liatin kalian mondar-mandir ngga lepas dari pandangan.

Lima tahun, lima tahun sejak aku kenal kalian semua

Mungkin, bosan juga dulu dengan kegiatan sehari-hari
Bangun, sholat subuh, antri mandi, kalau antriannya terlalu lama ya makan dulu
Kalau antriannya terlalu lama trus cuma nitip anduk dan balik ke kamar minta dipanggil nanti
Antri ambil sarapan juga kadang panjang banget, kecuali Senin dan Kamis, soalnya ada yang puasa
Untungnya, selama tiga tahun ngga pernah rempong pagi-pagi setrika seragam
Walaupun sesekali iya pernah
Dua tahun awal, setelah siap-siap pasti langsung turun, baris di lapangan
Sempat per house, sempat per kelas, sempat per angkatan
Lalu naik bis, menghabiskan sekitar 30 menit perjalanan, dipake tidur
Atau dipake baca buku karena semalem cuma cukup untuk ngerjain PR
Di tahun terakhir, sudah lengkap 3 angkatan, sudah pindah asrama
Kebiasannya jadi siap-siap, trus dipamitin Nanik, Nia, Wulan, Ais, Widya karena mereka berangkat duluan
Dipamitin dan ngga lupa disalamin, dicium tangan
Beberapa menit kemudian giliran nanya Mbak Mei dan Fajri "Udah belum? Yuk berangkat! Kuncinya jangan lupa"
Keluar kamar, liat temen-temen yang juga mau berangkat, bareng-bareng turun
Sekolahnya ya disitu, di dalem lingkungan asrama, jadi jalan.. jalannya ya ngga sendirian
Sampai di sekolah, duduk, langsung buka buku meriksa tugas atau belajar atau simply keluar kelas, ngobrol.
Too bad kelas 3 bukanlah tahun dimana aku semangat belajar.
Dua tahun awal, setelah bel, hari Senin masih harus siaran plus tambahan materi broadcast
Satu hari lainnya, harus ikut ngurusin tanaman-tanaman di Green House
Hari lainnya langsung pulang, istirahat di kamar atau diam-diam pergi jajan
Lalu IGCSE Examination di tahun kedua
Tahun ketiga, pulang sekolah langsung mandi persiapan belajar
Ada dua hari dimana sehabis pulang masih ada kelas tambahan Bahasa Inggris
Belum lagi les GO tiap Sabtu-Minggu sore sampai malam
Belum lagi presentasi-presentasi univ, Try Out..

Dua tahun sebelum kemudian aku jadi mahasiswa

Tahun terakhir, tahun terakhir, tahun terakhir
Huft...
Class meeting, House meeting, Foto angkatan
Senior Trip, Prom Night, Graduation
Tahun terakhir yang begitu emosional
Yang begitu mendekatkan, mengharukan, membahagiakan, mendebarkan
Tahun terakhir dimana suatu waktu, aku memandangi bangunan asrama..sekolah..lapangan hijau..mercusuar..kebun buah naga..jembatan cinta..klinik..koperasi...
Memandanginya dan bertanya dalam hati "Apakah nanti kau kurindukan?"
Memandangi wajah demi wajah dengan perasaan "Kapan kita bertemu lagi?" "Apa kabar kau nanti?"
Tahun terakhir dimana rasanya ingin kupeluk erat lagi memori-memori di dalamnya
Tahun terakhir... dimana aku masih bisa kirim sms "Jam 7 kumpul house di depan gedung B"
Tahun terakhir waktu aku justru sibuk mempersiapkan Senior Trip dan Prom
Tahun terakhir yang lebih sering belajar sekelas
Tahun terakhir yang begitu galau dengan "Aku bingung masuk jurusan apa"
dan kemudian tersebar ke kota masing-masing
dah kemudian ada peluk dan tangis perpisahan

Dua tahun setelah itu semua, aku masih mengingat dan merasakan kenangannya
Aku masih merindukan seluruh emosi yang tertinggal dan kusimpan disana
Dan terkadang, aku ingin kembali lagi kesana, meskipun sehari takkan cukup
Kembali hanya untuk bertemu dan menyapa orang-orang yang dulu akrab dalam keseharian
Yang kini hanya ku jumpai sesekali waktu liburan
Yang kini hanya via sms, line, instagram, telfon, bahkan sekedar like di facebook teman
Aku merindukan kalian, di tempat itu, dengan seragam itu, dengan candaan khas kita

Teruntuk Timmy, Naadaa, Seza, Matthew, Epho, Andri, Pipit, Syida, Rio, Thaniya, Ucha, Unyil, Ari.
dan tak lupa Mei, Dea, Sita, Andre, Fira, Kecil, Aufa, Bagus, Feryca, Sekar, dan yang belum kusebut namanya.


24 Oct 2014

Hey, Manta!

Happy 24 anyone!
 

I’m utterly happy to have several times to write again. And because today is 24, so the happy level multiplied by 3254358. What am I going to write here is about another travelling experience, not that fabulous like duaransel or whateverbackpacker, sih. but still..

On exactly two months ago, on this very hour, I was sitting by the foreshore with A, eating fish ball, looking at the dark sea and not-so-sparkling night sky, listening to the waves, and enjoying the sea breeze between our skin and hair. It was indeed not fancy, but it made me happy. Because we talked about many things. From cheap meals to our plan about the next day, from saying our gratefulness of our quality time to arguing what’s the best language we taught to children. Okay, now I miss him.

The trip was not a long trip, not required lots stuffs and budget. We were going to Thousand Islands, Pari Island exactly. You’ve been there? It was my first time.  We ride onto a medium boat with many people inside, and seeing that black sea-water on the harbor. Not a good start. We had almost 2 hours to reach the island. And when I arrived….. yeah. The island was full of tourists. “This was so different with Sawarna, right?” complained both of us on every chance, on every standpoint we visited.

After lunch, we did snorkeling on three different spots. Fun! We were on the same group with Chinese sisters which were so kind and funny, and sweet because they took their mom! Aww moments. After snorkeling, we both got some scratches after standing on the biggest coral. Yeah. You’d better use fins. But fins could make your feet cramped. But fins help you move faster and further. So, you choose. We went back to the island at almost sunset. I was rushing my bike to the west side of island, while A chose to stay at his room, doing his work. Dude.


 

These are the things cannot be found in Sawarna. We can do sport. Sawarna 0 - Pari 1


The next morning was so incredible! We were riding our bike to reach Pantai Perawan, which is not fully virgin anymore, which made me muttering because of trashes. Yes. On the very clear sea-water with white sands, you could see trash easily. But the view still got my heart huhuhu. After breakfast, we went to western end of the island, where we should pass the forest, the rocky roads to finally end at the end of the island. It’s like walking on a tiny line as you can see on the map. There, I could see other islands, and one private island. There was the farthest point of the island. And in the afternoon, we should drive back to Jakarta.
 
waiting for the sunrise, but the sun was too far to be captured. Unlike that lovely sunrise in Sawarna. Sawarna 1 - Pari 1
   
the clear sea water show me clearly the trash :(



  
the border of the island

28 Aug 2014

These days...

Haloo! Ku sudah jadi mahasiswa tingkat tiga, lhoo!!!
Ngga percaya karena umur udah kepala 2 dan udah jadi anak semester 5 yang semester depan udah mulai mikirin penelitian.
Cemas karena ternyata gue stagnan aja sampe tahun ketiga ini. Ngga ngerti harus pasrah atau gimana, tapi kayanya kalo gue mandek, gue ga bakal nemuin pintu selanjutnya.
Cemas karena udah sampe ke tahap ini dan masih banyak boxlist yang belum dicentang. Deadline!
Bahagia, secepatnya harus sudah pake toga lagi sejak dua tahun lalu.

Makin kesini, gue makin paham-ga paham akan kehidupan.
Paham bahwa gue harus terus berusaha, harus terus memberi, harus terus berdoa, harus terus bersyukur, harus terus ramah dan ringan tangan. Paham bahwa gue ga akan kemana-mana kalo gue cuma ngomong doang, main-main, atau ngeluh. Paham kalo di luar sana, temen2 SMA udah mulai lebih bersinar dari gue dan gue harus lebih kuat lagi biar ga ketutup sama sinar mereka.
Ga paham bahwa kenapa makin gue kesini makin serius terus bawaannya, susah diajak becanda di saat-saat genting. Ga paham kenapa ketika pemimpin-pemimpin kita udah banyak berusaha ngajak dan ngedorong kita buat lebih maju, lebih smart, lebih jeli dan lebih rajin justru ada orang-orang yang underestimate dan termakan pemikiran bahwa: that's Indonesian, that habit has already turned into culture, dan blablabla.

Makin kesini, makin kuat feeling dan naluri gue.
Karena makin hari, gue makin kerasa bahwa orang-orang itu, yang ada di lingkungan gue maupun yang hanya memantau dari sosial media, atau bahkan orang yang barusan ada di sebelah gue, makin ngomongin gue, either good or bad things about me. Hahaha. Yang ini yang bikin ketawa dan bikin lega. Ketawa, sebelum tidur dan kapanpun lagi inget hal itu, ketawa itu obat. Ketawa karena mereka jadi warna di hidup gue. Dimana gue lagi sibuk perbaikan IPK, dimana gue lagi sibuk cari kesibukan yang sesuai sama passion, mereka sibuk ngomongin gue. <-- Ini tendensinya adalah untuk hal yang buruk ya. Mereka sibuk menggali apa sih yang terjadi di hidup gue, atau mulai sibuk mengarang-ngarang berita tentang gue. Hihihi. Lega, karena lewat omongan baik-buruk itu, gue makin dekat dengan Tuhan. Gue makin sering bilang alhamdulillah dan astaghfirullah, bersyukur karena omongan itu menjadi pengingat bahwa ada yang perhatian atau menjadi penunjuk bahwa keberadaan gue adalah sesuatu hal dalam hidup dia meskipun kecil, juga mohon ampun sama Tuhan atas segala dosa dan sifat-sifat tamak gue.

Makin kesini, gue makin positive thinking.
Makin kesini, gue makin sayang sama orang-orang dekat.
Tapi makin kesini juga, ketakutan dan kecemasan itu makin kuat terbangun.


14 Jul 2014

Droplets on Summer

I wanna love you like a hurricane
I wanna love you like a mountain rain
So wild, so pure
So strong and crazy for you…

Sibuk. Sibuk. Sibuk. Semester ini sibuk banget kayanya sampe bener-bener jarang dan susah buat ngeblog. Ya, in special occasion I still blogging, but not that much time.  Jadi kangen. Kangen dulu waktu masih banyak waktu ngeblog. Kangen waktu masih semangat banget nulis, sampe tiap apapun yang dialami pasti ga kelewat untuk ditulis. Itu dulu. Makin kesini kayanya lebih banyak diem, dan mikir. Bukan makin overthinking, tapi makin dalem mikirnya, makin serius. Dulu blog jadi tempat pelarian. Tempat cerita, tempat mikir, ngomongin orang, nulis mimpi, sekarang paling cuma buat nulis kegiatan yang berarti. Kalopun sempet nulis kaya sekarang, berarti emang lagi ngga bisa cerita ke siapa-siapa, atau emang lagi pengen cerita tapi ngga tau mau cerita apa. Random. Lantas, sepotong lirik di atas apa maknanya? Iya itu lirik Rahasia Hati, lagu Nidji yang jadi soundtrack film Indonesia terhits 2013, 5cm. Bukan buat siapa-siapa. Cuma pas aja liriknya sama yang sering gue rasain. Gimana?


Iya, terkadang ketika kita udah sayang sama seseorang/dua orang/siapa aja, rasanya kita udah ngga bisa ngungkapin perasaan kita. Ketika kita udah sayang, sayang yang sebenarnya sayang, terkadang yang mau dan bisa kita lakuin saat itu ya cuma ngelihat dia di kejauhan, atau menatap matanya ketika dia berbicara, lalu tersenyum. Dan, sering juga ketika kita udah berani bilang kalau kita sayang, ternyata dia ngga percaya. Buat cewek yang suka bilang “ah masa”, “boong” dan sebagainya pas cowok yang beneran sama sayang lo, ini sih malu-malu aja padahal suka juga kan dibilang begitu. Kalo ada cowok yang bilang kaya gitu, entah itu cuma denying, ngga percaya, atau sebagainya gue ga tau, gue ga pernah jadi cowok. But this is what I ever felt. Ketika lo udah ngomong sayang, udah berani jujur dan berani ambil resiko dengan bilang kaya gitu tapi ngga dipercaya, rasanya perasaan lo cukup lo aja yang tau. Dia? Dia cukup ngerasain aja gimana lo nyatain perasaan tanpa ngomong. Caranya? Banyak cara nunjukin kok. Perhatian, a simple conversation each day, be there to listen, hal-hal kecil yang lambat laun akan ngebuka matanya dan bikin dia sadar, kalo lo beneran sayang sama dia. :)


21 May 2014

The Second O

Genap dua bulan, atau lebih, berhenti dari aktivitas blogging. Bahkan untuk sekedar blogwalking aja, ngga sempet. Entah sesibuk apa aku ini kemarin-kemarin. Dan entah sejauh mana minat ngeblog jadi turun semenjak ada instagram. Media sosial satu itu menurutku memang bisa disebut sebagai micro blog, meskipun sebenarnya lebih tepat untuk diberikan ke tumblr. Baru hari ini, di salah satu cafe ternyaman buat nugas, nongkrong, ketemuan, pertama kalinya ngeblog di sebelah orang lain, padahal dari dulu kalau ngetik harus banget sendirian, di kamar, dan ngga bisa dilihat barang sedetik pun sama orang lain. Tapi ini juga karena si orang lain ini lagi nugas sih hehe jadi ngga masalah. 

Selamat Ulang Tahun untukku! Meskipun hampir sebulan dari tanggal ulang tahun sebenarnya, tapi masih bisa ngerasain nuansa ulang tahun. Kenapa? Karena ini yang ke-20!!! Gila tua banget kan? hahaha. Masih inget banget, waktu kecil dulu aku udah nyusun rencana ulang tahun ke-17 & ke-20 itu bakal seperti apa. Tapi, ngga ada satu pun yang bener-bener terlaksana. Emm, tapi ngga ada sama sekali nyesel karena ngga bisa punya ulang tahun seperti yang direncanain dulu. yaiyalah orang ngerencanainnya pas masih SD, tau apa gue? hehehe. Tahun ini, lagi-lagi merasa bersyukur banget masih punya orang-orang yang kurasa sayang sama aku. Lima tahun ngerayain ulang tahun sama orang-orang yang dikategorikan sebagai keluarga kedua wasn't bad at all! 

Senang, sedih, kesel, kaget, campur aduk rasanya di hari itu. 27 April. Waktu secara ngga sengaja kebangun tengah malem akibat kebiasaan tidur jam 9 bangun jam 1 buat nugas. Sebenernya penasaran, bakal kaya gimana hari itu berjalan. Hehe. Alhamdulillah, ternyata dikasih seneng yang berlapis-lapis. Senang tak ada logika! Hahaha. Lunch date di tempat yang udah lama banget diomongin sama Albi, tigaan sama hujan, meskipun hari itu skip les. guilty pleasure XD. Pulang ke kosan waktu maghrib, niatnya mau solat dulu bareng, mana pas buka pintu pake ngomel dulu gara-gara pintunya double lock padahal benci banget kalo pintu di double lock. Eh pas pintu dibuka................................... langsung kaget sampe jatoh dan hampir kebentur dinding kamar depan. Coba deh kamu bayangin, kamu buka pintu kamar, yang lampunya belum dinyalain, terus ada orang teriak SURPRISE padahal you're not seeing anyone but candle. serem!!!! hahahaha tapi semuanya langsung pada ngakak lah gara-gara aku jatoh, jahat banget :(. Ternyata orang-orang terdekatku selama di kuliah ini udah jadi satu di kamar, padahal kamarku ngga gede lah aku sampe bingung mereka ini gimana masuknya dan posisi duduknya. Terus yaudah, disuruh niup lilin gede yang biasa dipake pas mati lampu, yang ditaro di atas sebuah donat. Terus disuruh masuk kamar, dan..... kamarku udah didekor!!! Aaaah terharu dan senengggggg banget liatnya :'D Setelah bagi-bagi donat, ternyata ada birthday cake aslinya. Ah seneng banget pokoknya. Meskipun mereka ngga stay longer, karena mau pada solat maghrib, tapi udah bahagia rasanya. Selang sejam setelah mereka pulang, setelah aku beresin kamar yang rusuh abis itu, pintu diketuk dan....... Ada lagi orang-orang yang emang deket sama aku. I am so happy I could die. Terima kado pertamaku dari mereka, becanda-becanda, dan ngobrol sampai akhirnya mereka pamit pulang. Saking capenya, udah ngga pindah kemana-mana, stay di kasur sambil balesin ucapan-ucapan yang masuk. 21.30, pintu diketuk sekali lagi. Udah takut setengah mati karena malem-malem siapa lagi yang dateng..... Ternyata Albi, dan bungkusan kado-kadonya. Ah :') Entah udah melambung berapa jauh hatiku waktu itu. Bahagia, sebahagia-bahagianya. 

Refleksi diri? Banyak banget! Kurasa aku masih jauh banget dari hal-hal yang seharusnya sudah bisa aku capai. Masih banyak yang harus dibenahi. Terutama pribadi dan karier. Jauh sebelum ulang tahun, justru ngerasa sedih. Alesannya? Banyak. Tapi biarlah menjadi refleksi diri aja. Yang jelas, sebelum tiup lilin pertamaku di umur 20, wish yang paling penting adalah agar aku dijadikan seseorang yang lebih baik dan lebih membahagiakan. Amen to that. Terima kasih buat semua yang sudah berbaik hati mengingat hari ulang tahunku, menghujani selamat dan doa-doa baik, dan yang meluangkan waktunya buat memberikan sesuatu kemarin. I am so happy and I feel so loved. I love you, all. :)

Ini beberapa momen bahagia yang terekam..











25 Feb 2014

Missing Lyrics

Howdyyyyy?? Quite long not to to touch this page. First of all, Happy New Year for you all even it's too late because we almost reach the end of the second month! Times flies. 

After all this time, I still busy with Model UN things, colleges, dan masih banyak hal-hal kecil lainnya yang ternyata buat sibuk juga. How about you? *sounds very 90's*

Dalam hidup ini terlalu singkat rasanya jika kita habiskan hanya untuk membaca dan memahami quotes, wisedom, tanpa menyibukkan diri dengan bagaimana kita memperbaiki diri. I am gonna tell you something, like usual. what do you expect? I am planning to tell you about my story, but I think it would rather be my opinion perhaps.

Setiap dari kita pasti punya peran.
pasti punya arti dalam setiap diri yang lain.
Tapi kita tidak bisa menentukan akan bagaimana arti kita bagi diri lain itu. Iya kan?
Tapi setiap dari kita masih bisa memberikan yang menurut kita baik, meski mungkin tidak pantas.
Bingung? Sama.

exhale.

Aku memaknai tiap orang yang datang dan berada dalam kehidupanku, sama halnya dengan aku menghargai momen-momen di dalamnya. Sometimes it will be forgotten, sometimes it will remain as a very good and precious memory. I am an overthinker. 
Means that maybe every single words I heard will make me stay up allnight or maybe cry or maybe mad or just silent all day long.

When something left me, or simply disappear, I rarely feel nothing. Jadi aku sering banget kepikiran ketika aku kehilangan. Seperti beberapa hari yang lalu pas charger handphone ilang. Padahal handphone-nya juga ga dipake. Tapi akhirnya nyari banget sampe seminggu. Dan ketemu di tempat tak terduga.
Apalagi kalau kehilangan seseorang ya?
Berat.

Tapi yang terberat dari kehilangan seseorang sebenarnya bukan karena kita tidak bisa berbicara dengannya, bertemu, dsb. Tapi bagaimana melihat dia bertransformasi menjadi sesuatu yang belum atau tidak kita bayangkan. Ibaratnya, berubah 180derajat.

Sampai saat ini aku masih merasa kehilangan seorang teman dekat. Or at least we can't enjoy our convos. Seperti stranger satu sama lain. Tapi selalu excited ketika punya kesempatan untuk ketemu. I only wish if he read this, he will find me out and willing to start the conversation because I am unable to do that. But I am happy for him, because he is seriously struggling to reach the finish line, and I am happy that he is doing good, even great on it. And now I am seriously miss my bestfriend. phew.

Yang bikin aku sedih dan jadi aneh adalah ketika somebody that I used to know justru menjadi seseorang yang bukan dirinya. Lebih parah lagi, jadi pribadi yang tidak lebih baik dari sebelumnya, yang melanggar prinsip yang dibuatnya. So sad. Mungkin dia sedang mencari jati diri dan tenggelam di antara banyak pintu jati diri? 

Mungkin suatu saat kita jadi pihak yang meninggalkan atau menghilang. Saat ini, sudah tau rasanya merasa kehilangan dan terkaget-kaget melihat perubahan 'si hilang' ini. Baik itu perubahan yang baik atau yang tidak baik. Tapi ketika kita berada di posisi itu, berarti kita telah jauh dari pribadi yang selama ini dekat, atau paling tidak yang biasanya menemani kita. Berarti nun jauh disana ada seorang atau beberapa orang yang berharap melihat kita lagi, dengan kabar-kabar yang menggembirakan, yang menenangkan, yang menunjukkan bahwa ternyata selama ini kita mengalami hal yang baik, dan tentu menjadi baik bahkan lebih baik dari sebelumnya, dari ketika belum ada rasa kehilangan itu.